Harga bahan bakar di Ukraina bergantung langsung pada ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Stabilisasi harga di SPBU domestik hanya mungkin terjadi setelah situasi di kawasan tersebut mereda.
Perdana Menteri menyatakan hal ini selama "Sesi Tanya Jawab Pemerintah" di Verkhovna Rada. Юлія Свириденко.
Mengapa situasi di Iran memengaruhi SPBU di Ukraina?
Menurut kepala pemerintahan, pasar bahan bakar Ukraina merupakan bagian dari sistem global, sehingga setiap gangguan dalam produksi atau logistik minyak global akan langsung tercermin dalam biaya sumber daya tersebut bagi warga Ukraina.
Poin-poin penting pidato tersebut:
-
Tidak adanya konspirasi: Svyridenko menekankan bahwa tidak ada tindakan terkoordinasi (kolusi kartel) antara jaringan SPBU untuk menaikkan harga secara artifisial di pasar bahan bakar.
-
Persaingan ketat: Pasar tetap kompetitif, dan penetapan harga tetap transparan, tetapi bergantung pada faktor eksternal.
-
"Cermin Perang": Harga yang tertera di papan reklame SPBU saat ini merupakan cerminan langsung dari aksi militer di Timur Tengah, khususnya eskalasi di sekitar Iran.
"Ini adalah pasar yang sangat kompetitif, dan harga stela mencerminkan situasi di Iran. Hanya setelah stabilisasi di Timur Tengah kita dapat mengharapkan stabilitas harga di Ukraina," jelas Yulia Sviridenko.
Konteks bagi konsumen
Kami mengingatkan Anda bahwa per tanggal 10 April 2026, Ukraina mencatat kenaikan harga bahan bakar dan pelumas sebesar... 13,2% hanya dalam sebulan terakhir. Hal ini telah menjadi pendorong utama percepatan inflasi di negara tersebut.
Para ahli mencatat bahwa meskipun harga minyak tetap mahal di pasar dunia karena risiko gangguan pasokan, pengemudi di Ukraina harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa harga saat ini akan tetap sama atau cenderung meningkat lebih lanjut jika situasi di Teluk Persia memburuk.

