
Petugas penegak hukum telah melaporkan kecurigaan terhadap seorang pria yang, menggunakan dokumen palsu, secara ilegal mendaftarkan dan menjual properti mewah di Obolon. Ini adalah apartemen tempat tinggal ahli bedah terkemuka Oleksandr Shalimov.
Inti dari penipuan ini: bagaimana skema tersebut bekerja.
Perumahan tersebut merupakan milik dana kota dan diberikan oleh kota kepada akademisi tersebut secara pribadi. Setelah kematian Shalimov dan istrinya, kepemilikan objek tersebut tidak didaftarkan ulang tepat waktu, yang dimanfaatkan oleh pelaku:
-
Sejarah palsu: Tersangka memalsukan dokumen yang menurutnya ia diduga berinvestasi dalam pembangunan apartemen ini pada tahun 2005.
-
Pendaftaran: Pada musim panas tahun 2024, ia mendaftarkan hak kepemilikan atas dirinya sendiri melalui notaris swasta, memanfaatkan ketiadaan catatan resmi pemilik di register.
-
Legalisasi: Sehari setelah pendaftaran, pelaku penipuan menjual apartemen tersebut. Pemilik baru segera menjualnya kembali kepada badan hukum, dengan tujuan "menutupi jejaknya."
Ganti rugi dan penyitaan harta benda
Estimasi ahli mengenai nilai apartemen tersebut adalah lebih dari... UAH 4,8 jutaKarena properti tersebut akan menjadi milik pemerintah kota, tindakan ini menyebabkan kerugian bagi masyarakat Kyiv. Saat ini, real estat Penahanan yudisial dijatuhkan.
Klasifikasi kejahatan dan tindakan pencegahan
Tersangka dituduh melanggar tiga pasal Kitab Undang-Undang Pidana Ukraina:
-
Pemalsuan dokumen (Pasal 358);
-
Penipuan dalam skala yang sangat besar (Bagian 5, Pasal 190);
-
Legalisasi harta benda yang diperoleh melalui cara kriminal. (Bagian 2, Pasal 209).
Pengadilan memilih tindakan pencegahan paling keras untuk tahanan tersebut - hak asuh.
Konteks: Kasus ini menjadi tahapan lain dalam perjuangan melawan "makelar properti gelap" di ibu kota, yang berspesialisasi dalam mengidentifikasi properti komunal atau apartemen milik warga Kyiv yang telah meninggal dunia yang tidak terdaftar.
Sungguh menyedihkan melihat bahwa bahkan nama-nama tokoh legendaris Kyiv seperti Oleksandr Shalimov pun tidak mampu menghentikan para penipu.

