Sebagian besar warga Ukraina (76%) cenderung berbelanja tanpa perencanaan, dengan label harga promosi dan penawaran khusus dari berbagai merek tetap menjadi pemicu utama pengeluaran spontan. Hal ini dibuktikan oleh hasil survei daring anonim berskala besar yang dilakukan oleh platform Rakuten Viber di Ukraina.
Sekitar 20 pengguna aplikasi pesan instan berpartisipasi dalam penelitian yang berlangsung pada tanggal 8 Juli 2026. Kelompok usia responden utama adalah warga negara berusia 34 hingga 45 tahun (secara total, lebih dari 50% responden berusia di bawah 45 tahun).
Pemicu utama belanja spontan
Distribusi jawaban responden mengenai alasan melakukan pembelian yang tidak direncanakan adalah sebagai berikut:
-
Diskon dan penawaran khusus (47%) — hampir separuh dari responden survei membeli barang-barang yang tidak direncanakan hanya karena mereka melihat harga yang bagus atau kondisi promosi dari pengecer.
-
Dorongan emosional (28%) — lebih dari seperempat warga Ukraina membeli sesuatu hanya karena mereka melihatnya secara langsung di etalase toko atau di rak toko dan mereka "hanya menginginkannya."
-
Pembatasan sadar (11%) — Kategori warga ini sebelumnya terbiasa berbelanja secara spontan, tetapi dengan dimulainya perang skala penuh, mereka berusaha untuk mengontrol pengeluaran mereka secara ketat dan menahan diri dari pembelian impulsif karena kebutuhan untuk menghemat uang.
Para analis mencatat bahwa terlepas dari tren umum menuju optimalisasi anggaran di bawah darurat militer, pelepas stres melalui pembelian kecil dan kepekaan terhadap aktivitas pemasaran (promosi, penjualan) tetap menjadi faktor kuat yang memengaruhi perilaku konsumen Ukraina.

